Rabu, 31 Oktober 2012
Rabu, 17 Oktober 2012
alkoloid
Kokaina adalah senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.
Kokaina merupakan alkaloid yang didapatkan dari tumbuhan koka Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan. Daunnya biasa dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”.
Saat ini kokaina masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokaina diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfina dan heroina karena efek adiktif.
DEFINISI
Kokain menyebabkan efek yang mirip dengan amfetamin namun jauh lebih kuat.
Kokain terdapat dalam bentuk sediaan per-oral (ditelan), sebagai serbuk yang dihirup melalui hidung (snorted) atau disuntikkan secara langsung ke dalam sebuah vena (mainlining).
Jika direbus dengan natrium bikarbonat, kokain dirubah menjadi bentuk bebas yang disebut pecahan kokain (crack cocaine), yang bisa dihisap.
Pecahan kokain bekerja secepat kokain yang disuntikkan secara intravena.
Kokain menyebabkan kesiagaan yang luar biasa, euforia (kegembiraan yang luar biasa) dan tenaga yang luar biasa jika disuntikkan intravena atau dihirup.
Selasa, 09 Oktober 2012
SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) SEBAGAI AGEN KEMOPREVENTIF
Daun tanaman Gynura procumbens (Lour.) Merr. atau sering disebut tanaman Sambung Nyawa mengandung flavonoid, terpenoid dan asam fenolat yang diduga bertanggung jawab atas efek kemopreventif yang ditimbulkan. Secara in vitro dan in vivo, ekstrak etanolik daun Sambung Nyawa menunjukkan aktivitas sebagai pengeblok dan penekan terjadinya karsinogenesis. Ekstrak etanolik dan fraksi fenolik daun Sambung Nyawa telah terbukti dapat menghambat proliferasi sel HeLa dan sel T47D serta memacu terjadinya apoptosis. Pemacuan apoptosis tersebut di antaranya melibatkan peningkatan ekspresi p53 dan Bax serta aktivasi Caspase-7. Ekstrak etanolik daun Sambung Nyawa juga telah terbukti memiliki efek antiangiogenesis pada membran korioalantoik telur ayam yang diinduksi bFGF. Secara in vivo, ekstrak etanolik daun Sambung Nyawa menghambat pertumbuhan kanker paru pada mencit dan kanker payudara pada tikus yang diinduksi benzo[a]piren. Sebagai dasar aplikasi ko-kemoterapi dengan obat sitostatik, telah diteliti efek sinergisme yang terjadi pada fraksi etil asetat ekstrak etanolik daun Sambung Nyawa dengan doxorubicin pada sel kanker payudara T47D. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan Sambung Nyawa sebagai agen kemopreventif serta aplikasinya sebagai agen kokemoterapi dalam penggunaan klinis.
Kamis, 04 Oktober 2012
Flavonoid II (Isoflovon)
Isoflavon adalah salah satu senyawa yang termasuk golongan
flavonoid dan merupakan bagian terbesar dalam golongan tersebut. Isoflavon yang
ditemukan pada Leguminoceae berjumlah cukup besar yaitu sekitar 0,25%.
Sebanyak 99% isoflavon pada kedelai berupa glikosida dan terdiri dari 64%
genistin, 23% daidzin, dan 13% glisitin 7-0- B-glikosida (Naimetal., 1974).
Beberapa penelitian rnenunjukkan bahwa isoflavon kedelai
dapat rnengurangi resiko osteoporosis (Messina,1999a). lsoflavon rnemiliki
struktur kimia yang sangat mirip dengan hormon estrogen dan obat osteoporosis
ipriflavon yang rnerupakan isoflavon sintetis. Estrogen dan ipriflavon telah
diketahui dapat rnelindungi densitas mineral tulang wanita postrnenopouse.
Peranan isoflavon dalam membantu menurunkan
osteoporosis juga telah diteliti. Konsumsi protein kedelai dengan isoflavon
telah terbukti dapat mencegah kerapuhan tulang pada tikus yang digunakan
sebagai model untuk penelitian osteoporosis. Studi yang lain menunjukkan hasil
yang sama pada saat menggunakan genistein saja. Ipriflavone, obat yang
dimetabolisme menjadi daidzein telah terbukti dapat menghambat kehilangan
kalsium melalui urine pada wanita post monopouse.
Produk kedelai yang mengandung isoflavon dapat membantu
pengobatan simptom monopouse. Pada wanita yang memproduksi sedikit estrogen,
isoflavon (phitoestrogen) dapat menghasilkan cukup aktivitas estrogen untuk
mengatasi symptom akibat monopouse, misalnya hot flashes. Suatu
penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi 48 gram tepung kedelai
per hari mengalami gejala hot flashes 40 % lebih rendah. Dari segi
epidemologi, wanita Jepang yang konsumsi isoflavonnya tinggi jarang dijumpai simptom
post monopousal.
Wanita akan melalui masa puber, tahun-tahun reproduksi dan
akhirnya menopause. Menopause merupakan proses penuaan yang alami akibat
turunnya kandungan estrogen, dan terjadi pada tingkat ketika wanita berhenti
evolusi dan menstruasi. Banyak wanita melalui masa transisi ini tanpa mengalami
ketidaknyamanan, akan tetapi ada juga sejumlah wanita mengalami gejala-gejala
yang tidak mengenakkan dan memerlukan dukungan. Menopause juga meningkatkan
resiko penyakit jantung dan osteoporosis. Masa-masa pre-menopause dapat terjadi
antara umur 45 ke 55 tahun, meskipun dapat terjadi juga diusia 40 tahun.
Menopause terjadi akibat turunnya level estrogen. Terdapat
dua jenis hormon pada wanita yaitu Follicle Stimulating Hormone (FSH)
dan Leteinizing Hormone (LH) yang diperlukan dan penting untuk
perkembangan reproduksi yang normal, dan bersama-sama membantu produksiestrogen
pada wanita. LH menstimulir produksi endrogen (suatu prekursor estrogen),
sedangkan FSH menstimulasi perkembangan follikuler dan aktivitas enzim
aromatase. Aromatase adalah enzim yang dapat merubah endrogen menjadi estrogen.
Selama menopause berkurangnya suplai follikel menyebabkan hormon LH dan FSH
yang tidak digunakan meningkat, yang membuat kadar estrogen menurun dan
menghentikan proses mentruasi.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa wanita Asia tidak
menderita terlalu berlebihan akibat simptom menopause dan lebih sedikit
menderita penyakit degeneratif kronis yang disebabkan menopause. Kebiasaan
makan orang Asia menyebabkan adanya perbedaan ini, khususnya konsumsi kedelai
dan produk-produk kedelai.
Isoflavon yang terdapat dalam kedelai, terbukti dapat meniru
peranan dari hormon wanita yaitu estrogen. Estrogen berikatan dengan reseptor
estrogen sebagai bagian dari aktivitas hormonal, menyebabkan serangkaian reaksi
yang menguntungkan tubuh. Pada saat kadar hormon estrogen menurun, akan terdapat
banyak kelebihan reseptor estrogen yang tidak terikat, walaupun afinitasnya
tidak sebesar estrogen, isoflavon yang merupakan phitoestrogen dapat juga
berikatan dengan reseptor tersebut. Jika tubuh mengkonsumsi isoflavon, misalnya
dengan mengkonsumsi produk-produk kedelai, maka akan tejadi pengaruh pengikatan
isoflavon dengan reseptor estrogen yang menghasilkan efek menguntungkan,
sehingga mengurangi simptom menopause.
Kemampuan lain dari isoflavon adalah dapat menutupi atau
memblokir efek potensial yang merugikan akibat produksi estrogen yang
berlebihan dalam tubuh. Isoflavon dapat berfungsi sebagai estrogen selektif
dalam pengobatan, menghasilkan efek menguntungkan (sebagai anti kanker dan
menghambat atherosklerosis) tetapi tidak menimbulkan resiko (meningkatkan
resiko kanker payudara dan endometrial) yang biasa dihubungkan dengan terapi
pengganti hormon yang biasa dilakukan. Berdasarkan hal-hal diatas, isoflavon
diduga mempunyai fungsi ganda terhadap menopause :
- Anti estrogenic effect pada
saat hormon estrogen berlebihan, yang dapat menurunkan resiko kanker payudara
pada pre-menopausal woman.
- Efek estrogenik pada saat estrogen
alami berkurang jumlahnya, yang menguntungkan dalam mencegah penyakit
kardiovaskuler, osteoporosis dan sistem vesomotor pada wanita pre- dan
post-menopausal.
Kamis, 27 September 2012
Flavonoid
Flavonoid (atau bioflavonoids), juga dikenal sebagai
Vitamin P dan citrin, adalah sebuah kelas tanaman metabolit sekunder. Menurut
tatanama IUPAC, mereka dapat diklasifikasikan ke dalam:
- '' flavonoid '', berasal dari 2-phenylchromen-4-one (2-fenil-1,4-benzopyrone) struktur (contoh: quercetin, rutin).
- '' isoflavonoids'', berasal dari 3-phenylchromen-4-satu struktur (3-fenil-1,4-benzopyrone)
- '' neoflavonoids'', berasal dari 4-phenylcoumarine (4-fenil-1,2-benzopyrone) struktur.
Tiga kelas flavonoid anti radang terpenting di atas
adalah semua senyawa yang mengandung keton, dan dengan demikian, flavonoid dan
flavonols. Kelas ini adalah yang pertama disebut "bioflavonoids." dan
istilah flavonoid bioflavonoid juga telah lebih longgar digunakan untuk
menggambarkan non-keton polyhydroxy polifenol senyawa yang lebih khusus disebut
flavanoids, flavan-3-ols atau catechin (meskipun catechin sebenarnya bagian
dari flavanoids).
Flavonoid tersebar pada tanaman yang memenuhi banyak
fungsi.
Flavonoid adalah pigmen tumbuhan yang paling penting
untuk warna bunga yang memproduksi pigmentasi kuning atau merah/biru di kelopak
yang dirancang untuk menarik pollinator hewan.
Flavonoid dikeluarkan oleh akar tanaman bantuan host
mereka '' Rhizobia'' dalam tahap infeksi mereka hubungan simbiotik dengan
kacang-kacangan seperti kacang polong, kacang, Semanggi, dan kedelai. Rhizobia
yang tinggal di tanah dapat merasakan flavonoid dan ini memicu sekresi
mengangguk faktor, yang pada gilirannya diakui oleh tanaman dan dapat
menyebabkan akar rambut deformasi dan beberapa tanggapan selular seperti ion
fluks dan pembentukan nodul akar.
Mereka juga melindungi tanaman dari serangan dengan
mikroba, jamur dan serangga.
Flavonoid (khusus flavnoids seperti catechin) adalah
"kelompok yang paling umum polyphenolic senyawa dalam makanan manusia dan
ubiquitously ditemukan pada tanaman". Flavonols, bioflavonoids asli
seperti quercetin, yang juga ditemukan ubiquitously, tetapi dalam jumlah yang
lebih rendah. Kedua set senyawa memiliki bukti modulasi kesehatan efek pada
hewan yang makan mereka.
Distribusi luas flavonoid, berbagai mereka dan racunnya
relatif rendah dibandingkan dengan senyawa aktif tanaman lainnya (misalnya
alkaloid) berarti bahwa banyak hewan, termasuk manusia, menelan dibudidayakan
di diet mereka. Dihasilkan dari bukti eksperimen bahwa mereka dapat mengubah
alergen, virus, dan karsinogen, flavonoid memiliki potensi untuk biologis "respon
pengubah", seperti anti-allergic, anti-kobaran, anti-mikroba dan anti
kanker kegiatan ditampilkan dari in vitro studi.
Aktivitas antioksidan in vitro
Flavonoid (flavonols danflav nols) umumnya
dikenal dengan aktivitas antioksidan in vitro.
Konsumen dan produsen makanan menjadi tertarik pada
flavonoid untuk sifat obat mungkin, terutama peran mereka diduga dalam
pencegahan kanker dan penyakit kardiovaskular. Meskipun bukti fisiologis tidak
belum didirikan, efek menguntungkan dari buah-buahan, sayuran, dan teh atau
bahkan merah anggur kadang-kadang telah dituduhkan flavonoid senyawa daripada
mikronutrien dikenal, seperti vitamin dan mineral.
Atau, penelitian dilakukan di Linus Pauling Institute dan
dievaluasi oleh otoritas keselamatan makanan Eropa menunjukkan bahwa, mengikuti
dietary intake, flavonoid sendiri sedikit atau tidak ada nilai antioksidan
langsung. Karena kondisi tubuh tidak seperti tabung yang terkendali kondisi,
flavonoid dan lain polifenol buruk diserap (kurang dari 5%), dengan sebagian besar
apa yang diserap mengalami cepat dan dikeluarkan.
Peningkatan kapasitas antioksidan darah yang terlihat
setelah konsumsi makanan kaya flavonoid tidak disebabkan langsung oleh
flavonoid sendiri, tapi kemungkinan akan meningkatkan asam urat tingkat yang hasil
dari metabolisme flavonoid. Menurut Frei, "kita sekarang dapat mengikuti
aktivitas flavonoid dalam tubuh, dan satu hal yang jelas adalah bahwa tubuh
melihat mereka sebagai senyawa asing dan sedang mencoba untuk menyingkirkan
mereka."
Lain potensi manfaat kesehatan
Kanker
Proses fisiologis flavonoid yang tidak diinginkan senyawa
menginduksi disebut tahap II enzim yang juga membantu untuk menghilangkan
mutagen dan karsinogen, dan oleh karena itu mungkin nilai dalam pencegahan
kanker. Flavonoid juga bisa menyebabkan mekanisme yang dapat membunuh sel
kanker dan menghambat tumor invasi.
Penelitian juga menunjukkan bahwa hanya kecil jumlah
flavonoid mungkin diperlukan untuk kemungkinan keuntungan. Mengambil suplemen
makanan besar mungkin menyediakan tidak ada manfaat tambahan dan dapat
menimbulkan risiko. Namun, kepastian manfaat maupun risiko telah terbukti namun
dalam uji coba berskala besar campur tangan manusia.
Kapiler menstabilkan agen
Bioflavonoids seperti rutin, monoxerutin, diosmin,
troxerutin dan hidrosmin memiliki potensi sopan santun vasoprotective masih
dalam percobaan evaluasi.
Langganan:
Postingan (Atom)